Gowes pagi ke semarang kota

Sudah sekitar 2 bulan saya jadi imigran di Semarang, tepatnya di daerah Tembalang, kompleks kampus Politeknik Negeri Semarang dan UNDIP. Kebetulan saya lolos program Pendidikan Calon Pendidik Akademi Kominitas di Politeknik Negeri Semarang sekitar 1 tahun. Tapi ini sepertinya gowes paling jauh selama di semarang. Karena sebelumnya paling hanya di sekitar UNDIP saja. Itu saja sudah cuku menguras keringan mengingat cukup banyak tanjakan di sini.
Pagi ini saya nekatkan untuk “turun” ke kota. Jika biasanya sewaktu di Jogja, saya “naik” dulu kalau mau gowes ke Kaliurang atau Bukit Bintang, kali ini disajikan turunan dulu, yaitu turunan Gombel yang cukup panjang sampai ke kota semarang.
Karena memang tak ada rencana untuk berlama lama di sana, saya hanya menyempatkan untuk memutari area bundaran Patung Kuda dan Simpang Lima. Hanya beberapa kali berhenti sejenak melihat lihat suasana di kompleks simpang lima yang kebetulan sedang diadakan CFD.
Setelah itu saya langsung menuju arah Banyumanik. Lepas kompleks simpang lima, tanjakan yang cukup panjang menyambut. Sampai akhirnya dihadapkan dengan tanjakan Gombel yang cukup menguras keringat. Sempat saya terkagum melihat seorang bapak dengan MTBnya menyalip saya, walau secepat pengguna2 roadbike yang sering saya jumpai saat ditanjakan, tapi perbedaan kecepatan cukup membuat beliau hilang dari pandangan saya :D.
Pelan pelan akhirnya sampai juga di akhir tanjakan Gombel. Yang menandakan berakhirnya gowes pagi kali ini. Tercatat sekitar 20km dalam 1 jam 45 menit. Kesimpulanya, semarang adalah tempat yang cocok untuk belajar nanjak :d

image

Di pinggir jalan tanjakan Gombel

By kifni41 on January 6, 2013 · Posted in Bike

1 Comment | Post Comment

jual semut jepang says:

wah asyik sekali kelihatannya om, tampaknya di Semarang kondisinya masih asri dan enak untuk jalan2 😀

Posted on January 31st, 2015