Mungkin kata – kata Ikhwan dan Akhwat tak asing lagi bagi anda yang aktif di kajian – kajian Islam, terutama yang biasanya ada di kalangan anak muda (SMA atau Universitas) [hanya menutut pengamatan saya]. Atau mungkin bagi anda yang di dalam kelas anda ada seorang yang aktif pada kajian – kajian Islam, anda pasti sering mendengar istilah – istilah tersebut. Secara bahasa Ikhwas berarti Laki – Laki dan Akhwat berarti Wanita (bahasa Arab). Saya sendiri tak tahu kapan istilah ini mulai sering digunakan, yang saya tau saya mulai mendengarnya pada masa SMA. Menurut pendapat saya penggunaan istilah ini sebenarnya tak perlu, toh artinya juga sama saja, kita juga punya bahasa sendiri kan?. Atau mereka anggap menggunakan kosa kata bahasa Arab merupakan Sunnah Rosul? Tentu tidak, Islam ini agama untuk semua, tak ada batasan ras, suku, ataupun bahasa (hanya memang pada beberapa Ibadah Maghdoh, seperti Sholat, kita memang harus menggunakan Baha Arab sesuai yang dilakukan Nabi Muhammad SAW).
Menurut hemat saya, cukuplah kita menggunakan bahasa kita sendiri (Laki – Laki dan Wanita), karena memang tak ada bedanya secara bahasa. Justru menurut saya, penggunaan Istilah ‘Ikhwan dan Akhwat’ sering menimbulkan kesenjangan sosial dalam suatu kelompok sosial misalnya kelas, mereka yang mungkin dikatakan lebih ‘alim’ yang sering menggunakan kata – kata ini (janganlah menambah lagi perbedaan yang membuat kita seolah semakin jauh). Padahal Islam bukan demikian, Islam itu damai islam itu indah islam itu pancaran cinta kasih yang seharusnya memancara ke semua mahluk, bukan pada suatu golongan tertentu.
Mungkin itu hanya pendapat saya, yang belum tentu kebenaranya bagi anda. Semoga tulisan saya dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian dan Terima Kasih.
Incoming search terms for this post:
No related posts.
Recent Comments