Kalau lihat gampar itu saya sering ingat ketika makan di burjo dan kebeulan ada TV di situ. Entah kenapa saya cukup sering melihat iklan itu ketika di burjo, walau do kost juga sering nonton TV. Mungkin jika anad melihat iklan itu sebagai iklan sebagaimana biasanya, tidak ada yang aneh dengan iklan itu. Tapi saya mencoba melihat dari sisi yang lain, mencoba membandingkan iklan atau pada umumnya pertelevisian (yang justru sekarang seolah dijadikan ‘dewa’ oleh kalangan anak-anak, remaja, bahakan ibu – ibu). Saya tering tertawa ketika melihat bagian akhir dari iklan yang menyebutkan bahwa shampo Zinc dalam paket shachet hanya seharga Rp 250, bukan berarti saya anggap itu murah, tapi saya coba malihat dari sisi lain, Agnes Monica memakai shampo 250 perak? Ha…ha… jadi lebih lucu lagi ketika saya mengambil gorengan yang dijual di burjo, karena gorangan yang saya makan lebih mahal 50 perak dari shampo yang Agnes Monica “pakai” . Itulah kekonyolah dunia pertelevisian, masih banyak sebenarnya kekonyolan yang sebenarnya tak perlu diperlu dijadikan perhatian bangsa kita, Indonesia lebih membutuhkan perhatian dari kita. Ibu Pertiwi mungkin sedang menangis karena anaknya cuek padanya, dan lebih memperhatikan orang – orang yang tak jelas sumbangsihnya pada Indonesia.
Incoming search terms for this post:
Related posts:
- Iklan yang bermakna
- 15persen – Program Investasi Forex
- Gaji Pertama dari ‘Uwa’ Google
- Ketika Google Melakukan SEO
- Install Font Windows di Ubuntu
- Djarum Black Blog Competition V2
- Mengembalikan Akun Paypal Yang Kena Limited
- Kenapa Harus Memakai Istilah "Ikhwan dan Akhwat"?, [hanya sebuah argumen semata]
- 15persen – Program Investasi Forex
- Good Bye Zotac 9500GT, Welcome MSI R4670
Recent Comments